Penulisbuku ini menghimpun beberapa tema penting yang mesti diketahui oleh setiap muslim dalam urusan agamanya. Tema-tema tersebut ditulis dengan bahasa yang mudah dan menarik agar dapat dipahami oleh masyarakat secara umum. Penulis kemudian membagi tema-tema tersebut ke dalam pertemuan-pertemuan atau majlis-majlis singkat agar mudah dipelajari dan diajarkan. Buku diharapkan menghadirkan

Wanita-Wanita Penghuni Surga Sesungguhnya segala kenikmatan syurga tidaklah dikhususkan untuk laki-laki saja sehingga wanita tidak mendapatkannya akan tetapi syurga adalah untuk orang-orang bertaqwa, Allah SWT. berfirman “Syurga disediakan untuk orang-0rang yang bertaqwa” QS Ali Imran 133 Namun Allah telah menjadikan laki-laki terpikat dan merindukan syurga karena mengingat bidadari-bidadari dan wanita-wanita di syurga, dan yang seperti itu tidak disebutkan untuk wanita. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor 1. Umumnya wanita mempunyai rasa malu dan karena inilah Allah SWT. tidak menjadikan mereka terpikat de-ngan apa yang mereka malu kepada-nya. 2. Kerinduan seorang wanita akan lelaki tidaklah seperti kerinduan se-orang laki-laki kepada wanita -sebagaimana sudah diketahui-, karenanya Allah SWT. pun menjadikan lelaki me-rindukannya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW ”Tidaklah ada fitnah yang aku tinggalkan sesudahku yang lebih berbahaya dari pada wanita bagi lelaki” HSR. Bukhari dan Muslim Adapun wanita, mereka pun dijadikan oleh Allah SWT. merindukan aneka perhiasan dari jenis-jenis pakaian bagus dan permata melebihi kerinduan lelaki akan hal itu. 3. Syaikh Ibnu Utsaimin berkata “Sesungguhnya Allah SWT. menyebutkan istri untuk suami karena suamilah yang mencari mereka dan merekalah yang menginginkan wanita sehingga disebutkanlah istri-istri untuk lelaki di syurga dan tidak menyebut sebaliknya. Dan ini bukanlah berarti bahwa wanita di syurga tidak akan mempunyai suami. Akan tetapi mereka kelak akan mempunyai suami dari jenis manusia juga” Al-Majmu’ Ats Tsamin 1/175 Keadaan-keadaan Wanita di Dunia 1. Mereka meninggal sebelum sempat menikah atau mereka meninggal setelah diceraikan suaminya dan belum sempat menikah dengan yang lain. Maka Allah akan menikahkan mereka di syurga dengan seorang lelaki dari penduduk dunia, berdasarkan sabda Rasulullah SAW ”Di syurga tidak ada orang yang membujang tidak mempunyai pasangan” HSR. Muslim Syaikh Ibnu Utsaimin berkata “Apabila seseorang belum menikah, yakni seorang wanita di dunia ini maka sesungguhnya Allah SWT. akan menikahkannya dengan siapa yang ia tertarik dengannya di syurga” 2. Mereka sudah menikah akan tetapi suaminya tidak bersamanya di syurga –semoga Allah melindungi kita dari hal ini- Syaikh Ibnu Utsaimin berkata ”Seorang wanita apabila termasuk ahli syurga..…sedang suaminya tidak termasuk ahli syurga maka sesungguhnya bila ia masuk syurga maka disana ada lelaki ahli syurga yang akan memperisterikannya“ maksudnya akan menikah dengan salah seorang dari mereka. 3. Wanita yang meninggal setelah sempat menikah, maka saat di syurga ia untuk suaminya yang dahulu. 4. Wanita yang suaminya meninggal kemudian ia tetap tidak menikah setelah kematian suaminya hingga ia pun meninggal, maka dia tetap menjadi isterinya di syurga. 5. Wanita yang suaminya meninggal dan kemudian menikah dengan yang lainnya, maka dia untuk suami yang paling terakhir walaupun sempat menikah berkalikali, berdasarkan sabda Rasulullah SAW “Wanita itu adalah untuk suami terakhirnya”. HSR. Abu Ali Al-Haraani Al-Qusyairi, Abu Syaikh dan Al-Baghawy Dan berdasarkan perkataan Hudzaifah ……. kepada isterinya “Jika engkau tetap ingin menjadi isteriku di syurga maka janganlah menikah dengan siapapun sepeninggalanku, sesungguhnya wanita saat di syurga adalah untuk suami terakhirnya di dunia. Karena itulah Allah .SWT. pun mengharamkan isteri-isteri nabi untuk dinikahi oleh orang lain sepaninggalannya, karena mereka itu kelak akan tetap menjadi isteri-isterinya di syurga. - M. Dzulqarnain, Lc- diterjemahkan dan Diringkas dari kitab Ahwal An Nisaa’ fil Jannah, Sulaiman ibn Shaleh Al Khuraasy

Bahkanbisa jadi, mereka lebih capek dibandingkan kita. Allah berfirman menceritakan keadaan salah satu ahli neraka, عَامِلَةٌ نَاصِبَةٌ . تَصْلَى نَارًا حَامِيَةً. "Rajin beramal lagi kepayahan, namun, memasuki api yang sangat panas (neraka)." (QS. Al-Ghasyiyah: 3 - 4). Ibnu Katsir dalam tafsirnya

Kultum Ramadhan Orang-Orang Yang Dirindukan Surga, itulah sepenggal kisah yang bisa dijadikan kajian kultum Ramadhan tahun ini. Sahabat Zona Keren yang khususnya beragama muslim, tinggal menghitung hari lagi kita akan melaksanakan Puasa Ramadhan yang jatuh tanggal 6 Juni 2016. Bagi sobat Zona Keren yang ingin menyampaikan kajian kultum ramadhan, ada judul yang menarik untuk Anda sampaikan pada kultum singkat tarawih nanti. Berjudul “Orang-Orang Yang Dirindukan Surga” oleh Ali Akbar bin Aqil. Berikut selengkapnya artikel Kultum Ramadhan singkat. Kultum Ramadhan Orang-Orang Yang Dirindukan Surga SIAPA yang tak suka dijanjikan surga? Semua orang Muslim yang normal pasti merindukan agar dijadikan dalam akhir yang baik dan dimudahkan bisa masuk surga. Masalahnya, memasuki surga Allah Subhanahu Wata’ala bukanlah sesuatu yang gratis dan mudah diperoleh. Surga adalah puncak kenikmatan dan harapan setiap muslim dalam kehidupan akhirat nanti. Begitu indahnya surga, karenanya jiwa dan pikiran manusia sulit untuk menggambarkannya. Surga sering dideskripsikan sebagai “sesuatu yang tak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, terpikirkan oleh otak dan terbersit oleh indra perasaan manusia.” Namun tentu saja, mengingat surga berada itu berada di luar nalar manusia, ciri-ciri tersebut lebih merupakan sekedar perbandingan dan dorongan. Tujuannnya agar setiap muslim berlomba-lomba untuk meraihnya. قُلْ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيْرٍ مِّن ذَلِكُمْ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا Katakanlah “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?”. Untuk orang-orang yang bertakwa kepada Allah, pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya.” [QS Ali Imron 14] Dalam ayat lain dikatakan; وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi,” QS Ali Imran 133. Banyak jalan untuk menggapai surga. Beberapa diantaranya seperti tercantum dalam sabda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassllah berikut, “Surga merindukan empat orang pembaca Al-Qur’an, orang yang mengekang lisannya, orang yang gemar memberi makan orang yang lapar, dan orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.” Ketiga hal pertama dalam hadits di atas terkumpul pada orang yang berpuasa. Pertama, saat puasa selama bulan Ramadhan, kita dianjurkan agar memperbanyak membaca Al-Qur’an. Baik membaca tadarus, membaca dengan menyimak terjemahnya, membaca tafsir, maupun mengupas ayat-ayat Al-Qur’an bersama dengan ulama serta membaca buku-buku agama. Kedua, saat puasa kita diharuskan menjaga lidah kita dari berkata-kata dusta, kotor, mengumpat maupun erotis yang dapat mengundang nafsu birahi. Meski tidak membatalkan ibadah puasa, tapi setidaknya hal-hal tersebut menghilangkan pahala puasa. Orang yang tidak dapat mengendalikan lidahnya saat berpuasa adalah orang yang merugi. Seperti ditegaskan oleh Nabi, “Berapa banyak dari orang-orang yang berpuasa, yang tidak meperoleh apa-apa dari puasa mereka kecuali hanya lapar dan haus.” Ketiga, selama puasa, kita dianjurkan memperbanyak sedekah kepada mereka yang tidak punya. Mulai dari yang dekat, terutama tetangga dan sanak kerabat. Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda مَن فطَّر صائماً كان له مثل أجره غير أنه لا ينقص من أجر الصائم شيء ” . رواه الترمذي “Barangsiapa yang memberi buka orang puasa, maka baginya pahala semisalnya tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun.” [HR. Tirmizi] Ringkasnya, kalau kita menekuni salah satu dari empat hal pada hadits di atas saja, surga merindukan kita, apalagi kalau keempatnya kita kerjakan. Tentu saja semua itu harus dikerjakan dengan ikhlas. Semoga kita termasuk orang yang dirindukan oleh surga. Adakah kerinduan yang lebih tinggi dari itu? لو يعلم العباد ما في رمضان لتمنت أمتي أن تكون السنة كلها رمضان “Seandainya umatku tahu keutamaan dan keagungan bulan Ramadhan, niscaya mereka mengharapkan agar selama setahun penuh menjadi bulan Ramadhan,” demikian sabda Rasulullah. Selamat bersiap-siap menyambut Ramadhan, dan semoga menjadi orang-orang yang ditunggu oleh surga Nya Allah Subhanahu Wata’ala.* Artikel tersebut ditulis oleh Koordinator Komunitas Bening Qolbu. Selamat bersiap-siap menyambut Ramadhan, dan semoga menjadi orang-orang yang ditunggu oleh surga Nya Allah.

Bacalahversi online 4 Wanita Penghuni Surga - Asiyah by Sibel Eraslan (z-lib.org) tersebut. Download semua halaman 201-250. Scheduled Website Maintenance Website Outage: 2AM~8AM on Thursday, July 28th, 2022(GMT+0). Important: All the publications started with remain active.

BANYAK ayat-ayat Alquran yang menceritakan kisah kehidupan wanita kelak di surga. Berikut lima diantara sekian banyak ayat tentang wanita di surga yang disebutkan dalam Alquran 1 Ayat tentang wanita di surga QS Ali Imran ayat 195 فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لَا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ ۖ بَعْضُكُمْ مِنْ بَعْضٍ ۖ فَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَأُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأُوذُوا فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُوا وَقُتِلُوا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ثَوَابًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ “Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya dengan berfirman, Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, karena sebagian kamu adalah keturunan dari sebagian yang lain. Maka orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang terbunuh, pasti akan Aku hapus kesalahan mereka dan pasti Aku masukkan mereka ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sebagai pahala dari Allah. Dan di sisi Allah ada pahala yang baik.” BACA JUGA 6 Ciri Wanita penghuni Surga 2 Ayat tentang wanita di surga QS An Nisa ayat 124 وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا “Dan barang siapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.” 3 Ayat tentang wanita di surga QS An-Nahl ayat 97 مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ “Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” BACA JUGA Bagaimana Gambaran Kehidupan Wanita di Surga Menurut Alquran? 4 Ayat tentang wanita di surga QS Al-Ahzab ayat 35 إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا “Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” مَنْ عَمِلَ سَيِّئَةً فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا ۖ وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ يُرْزَقُونَ فِيهَا بِغَيْرِ حِسَابٍ “Barang siapa mengerjakan perbuatan jahat maka dia akan dibalas sebanding dengan kejahatan itu. Dan barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan dia dalam keadaan beriman maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tidak terhingga.” [] SUMBER ABOUT ISLAM
Padasebuah kesempatan, di alam akhirat, penghuni surga dan penghuni neraka melakukan musyawarah. Pertemuan tersebut menghasilkan keputusan bahwa mereka sepakat untuk membangun jembatan yang menghubungkan surga dan neraka. Menurut mereka, fungsi dari jembatan itu adalah agar mudah melakukan silaturahmi antar penghuni kedua tempat tersebut.

Berikut pembahasan Kultum Singkat Tentang Wanita – Mengapa Mereka Terjerumus Ke Neraka yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsari Hafidzahullahu Ta’ala. Transkrip Kultum Singkat Tentang Wanita – Mengapa Mereka Terjerumus Ke NerakaVideo Kultum Singkat Tentang Wanita – Mengapa Mereka Terjerumus Ke Neraka Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh Kaum Muslimin dan Muslimah yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam suatu perjalanan Isra dan Mi’raj ia telah diperlihatkan kepada beliau api neraka. Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mengatakan أُرِيْتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ “Telah diperlihatkan kepadaku neraka dan aku lihat kebanyakan penghuninya adalah wanita.” Para Shahabiyah atau para wanita yang mendengar sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam ini bertanya kepada Nabi, “mengapa demikian, Ya Rasulullah?” أَيَكْفُرْنَ باِللهِ؟ “Apakah mereka wanita-wanita itu masuk neraka karena kafir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala?” Nabi mengatakan,”Tidak! يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ “Akan tetapi mereka kufur durhaka/melawan kepada suami mereka.” وَيَكْفُرْنَالْإِحْسَانَ “dan mereka mengkufuri mengingkari kebaikan-kebaikan jasa-jasa suami mereka.” HR. al-Bukhari no. 29 Sehingga apabila para suami berbuat baik kepada mereka, lalu mereka melihat sesuatu yang tidak berkenan pada diri kamu para suami, maka mereka akan mengatakan, “Aku tidak melihat kebaikan pada dirimu sama sekali.” Di dalam hadits ini Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjelaskan salah satu penyebab kaum wanita banyak menghuni neraka yaitu mereka suka kufur, mereka suka berbuat durhaka kepada suami-suami mereka. Maka dari itu, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam telah menjelaskan betapa besar hak suami yang mesti ditunaikan oleh seorang istri. Dalam sebuah hadits Nabi mengatakan لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ ِلأَحَدٍ َلأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا “Kalaulah aku boleh menyuruh seseorang untuk sujud kepada orang lain maka niscaya aku akan perintahkan seorang istri untuk sujud kepada suami.” [Hadits hasan shahih Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 1159, Ibnu Hibban no. 1291 – al-Mawaarid dan al-Baihaqi VII/291, dari Abu Hurairah radhiyallaahu anhu. Hadits ini diriwayatkan juga dari beberapa Shahabat. Lihat Irwaa-ul Ghaliil no. 1998] Tentunya tidak boleh seorang manusia sujud kepada manusia yang lain. Ini menunjukkan betapa besar hak seorang suami atas istri, hak suami yang mesti ditunaikan oleh seorang istri. Maka Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam senantiasa berpesan kepada kaum wanita agar tidak mengabaikan dan tidak meninggalkan kewajiban-kewajiban mereka terhadap suami-suami mereka. Dalam satu hadits ada seorang wanita yang datang menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk suatu keperluan. Kemudian Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam memenuhi keperluannya tersebut. Setelah itu Nabi bertanya kepadanya, “Bagaimana kedudukanmu di sisi suamimu?” yaitu bagaimana muamalah-mu terhadap suamimu? Maka ia menjawab, “Aku senantiasa melayani suamiku semampu yang aku dapat lakukan.” Maka Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam berpesan kepadanya انْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ ، فَإِنَّهُ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ “Perhatikan kedudukanmu di sisi suamimu, karena suamimu itu merupakan surga bagimu ataupun neraka bagimu.” [HR. An-Nasaai dalam As-Sunan Al-Kubro dari Hushain bin Mihshon Radhiyallaahu ’anhu, Shahihut Targhib 1933] Maksudnya yaitu bahwa suamimu bisa menjadi penyebab engkau masuk ke dalam surga dan bisa menjadi penyebab engkau masuk ke dalam neraka. Maka dari itu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam senantiasa berpesan kepada kita semua khususnya kepada kaum wanita agar melaksanakan hak-hak terutama hak suami. Karena ketika mereka telah berumah-tangga maka tanggung jawab itu telah berpindah dari ibu bapak mereka kepada suami mereka. Suami adalah orang yang paling bertanggung jawab atas diri seorang istri. Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengingatkan kepada kaum wanita bahwa itulah penyebab mereka banyak masuk ke dalam neraka. Yaitu karena mereka kufur kepada suami-suami mereka. Di dalam hadits yang lain hadits yang shahih juga dari Abu Sa’id Al Khudry Radhiyallahu Anhu, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mengatakan ُأَقَلَ سَاكِنَ الْجَنَةُ النِّسَاء “Penghuni surga yang paling sedikit adalah wanita.” Maka dari itu, hendaknya para wanita kaum wanita benar-benar memperhatikan hal ini. Di dalam sebuah hadits yang lain, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam menjelaskan tentang pentingnya menaati suami ini. “إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ “Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau”. [HR. Ahmad dari Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu ’Anhu dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albany] Kita lihat wanita-wanita, diantara mereka tentunya sudah rajin mengerjakan shalat lima waktu, mereka mengerjakan puasa pada bulan Ramadhan dan mereka juga menjaga kesucian dirinya. Mereka bukanlah wanita-wanita jalang yang mengumbar aurat. Mereka adalah wanita-wanita yang taat, shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan. Akan tetapi sayang, satu saja, kebanyakan wanita tidak dapat menahan dirinya yaitu bersikap baik kepada suami-suami mereka, menaati suami. Ini adalah perkara yang paling berat bagi seorang istri. Perkara yang paling berat bagi seorang istri yaitu menaati suami, tentunya di dalam perkara-perkara yang ma’ruf. Karena ketaatan kepada suami ini hanya dalam perkara-perkara yang ma’ruf. Kalaulah suami kita memerintahkan kita kepada perkara yang ma’ruf, maka janganlah kita merasa enggan atau ingkar ataupun tidak menaati apa yang telah disuruhnya atau diperintahkannya. Menaati suami itu adalah satu peluang bagi kita untuk masuk ke dalam surga Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka tidaklah begitu berat sebenarnya menaati suami ini, apalagi suami itu adalah orang yang kita cintai, orang yang dekat dengan kita, orang yang menyayangi kita. Maka sudah selayaknya bagi kaum wanita ataupun para istri untuk benar-benar meluapkan segala rasa kasih sayang kepada suami dengan cara menaatinya, dengan cara mengurus dan ber-khidmat untuknya di dalam hal kebaikan dan ma’ruf. Sungguh ini adalah satu peluang bagi kita untuk masuk surga. Yaitu kita mengerjakan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, kemudian kita menjaga kesucian diri kita, lalu kita menaati suami kita. Maka itu adalah satu peluang bagi kita untuk masuk ke dalam surga Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tapi ingat, apabila kita gagal di dalam bab ini maka nerakalah yang telah menanti kita. Ingatlah bahwasanya suami kita itu ibarat surga kita ataupun neraka bagi kita. Bisa menjadi penyebab kita masuk ke dalam surga Allah dan bisa juga menjadi penyebab kita tersungkur masuk ke dalam neraka. Wal iyadzubillah! Maka dari itu saya berpesan kepada kaum Muslimat, kepada para wanita khususnya kepada para istri agar dapat menjaga muamalahnya, perilakunya kepada suami-suami mereka. Ingatlah bahwasanya suami kita itu adalah orang yang paling bertanggung jawab atas diri kita. Orang yang telah banyak berjasa mendirikan segala kebaikan, yang memenuhi segala kebutuhan kita menjaga dan melindungi kita. Maka hendaklah kita benar-benar bersungguh-sungguh untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban kita di dalam menaati para suami kita yang menaati suami kita. Demikianlah para pemirsa yang berbahagia, khususnya pada kaum wanita. Hendaknya pesan yang singkat ini dapat bermanfaat bagi saudara-saudara sekalian dan mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan kita untuk melaksanakan kewajiban ini yaitu menaati suami dalam perkara-perkara yang ma’ruf. Mudah-mudahan suami kita itu menjadi sebab bagi kita untuk masuk ke dalam surga Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan malah menjadi penyebab kita tersungkur ke dalam api neraka Wa billahi taufik wal hidayah Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh Video Kultum Singkat Tentang Wanita – Mengapa Mereka Terjerumus Ke Neraka Diambil dari Yufid TV dengan judul asli Ceramah Singkat Mengapa Mereka Terjerumus ke Neraka – Ustadz Abu Ihsan Al-Maidany, MA.

Keduanyapun pergi untuk melihat neraka. Saat hampir dekat, Nabi Idris as langsung pingsan. Malaikat penjaga neraka merupakan sosok yang sangat menakutkan. Ia menyeret dan menyiksa manusia-manusia yang durhaka kepada Allah semasa hidupnya. Nabi Idris as tidak sanggup menyaksikan berbagai siksaan yang sangat mengerikan itu.
Home Muslimah Selasa, 16 Juni 2020 - 0740 WIBloading... Sejarah Islam mencatat setidaknya ada 9 wanita-wanita mulia yang dijamin masuk surga, yang patut dicontoh muslimah zaman sekarang. Foto istimewa A A A Posisi dan peranan wanita sangat penting dalam sebuah rumah tangga. Seorang wanita adalah madrasah pertama atau sekolah pertama bagi anak-anaknya. Karena itu, sudah seharusnya sebagai seorang wanita muslimah harus banyak belajar untuk mempersiapkan diri menjadi seorang guru untuk menganjurkan jadilah wanita yang tidak hanya sibuk mempercantik diri. Muslimah juga harus sibuk belajar untuk mensalehakan diri karena kelak anak-anak kita tidak butuh dengan ibu yang cantik tapi mereka butuh dengan ibu yang cerdas dan pintar dalam mendidik mereka. Karena seorang ibu adalah penentu dari akhlak seorang anak. Baca juga Pamer Amal di Medsos? Hati-hati Dengan Riya dan Sum'ah Seorang ibu, jika punya anak perempuan, maka sejak dini harus diajarkan kepada anak pentingnya menjaga aurat dalam Islam. Artinya, si ibu harus juga menjaga pakaiannya secara syar'i. Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda"Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya. Yaitu suatu kaum membawa-bawa cemeti laksana ekor sapi yang digunakan untuk memukuli orang maksudnya, para kaki tangan penguasa yang Zhalim. Dan kaum wanita yang berpakain tetapi terlihat auratnya, cara dan jalanya melenggang-lenggok, sedangkan kepalanya seperti punuk unta yang miring karena rambutnya dimodel sedemikiat rupa. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya surga. Padahal baunya surga dapat dicium dari jarak sekian dan sekian."Nah, siapa saja wanita-wanita mulia yang patut dicontoh oleh muslimah zaman sekarang? Setidaknya, sejarah Islam pernah mencatat wanita-wanita mulia yang Allah jamin masuk surga 1. Siti Khadijah Beliau merupakan isteri Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam yang melahirkan anak-anak Rasulullah, setia dan mendukung Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam walaupun ditentang hebat oleh orang - orang kafir dan musyrik, mengantarkan makanan kepada Baginda ketika Baginda beribadat di Gua Hira’.2. Siti FatimahPutri Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam yang tinggi budi pekertinya. Sangat kasih dan setia kepada suaminya Ali karamallahu wajhah walaupun Ali miskin. Tidur berbagi 1 bantal dan kadang-kadang berbantalkan lengan Ali. Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam pernah berkata aku takkan maafkan kamu wahai Fatimah sehinggalah Ali maafkan Siti AisyahBeliau isteri Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam yang paling romantis. Sanggup berbagi bekas makanan dan minuman dengan Rasulullah. Di mana Nabi Shalallahu alaihi wa sallam minum di situ beliau akan minum menggunakan bekas yang Siti HajarIsteri Nabi Ibrahim yang patuh kepada suami dan suruhan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sanggup ditinggalkan oleh Ibrahim atas suruhan Allah SWT demi kebaikan. Berjuang mencari air untuk anaknya Nabi Siti MaryamWanita suci yang memang pandai menjaga kehormatan diri dan mempunyai maruah yang tinggi sehingga rahimnya dipilih oleh Allah SWT untuk mengandungkan Nabi Isa Alaihi Siti AsyiahIsteri Firaun yang tinggi imannya dan tidak gentar dengan ujian yang dihadapinya daripada Firaun Laknatullah.Baca juga Inilah Amaliah Istri yang Memperlancar Rezeki Suami 7. Siti AminahWanita mulia yang menjadi ibu kandung Rasullullah Shalallahu alaihi wa sallam. Mendidik baginda menjadi insan mulia. surga muslimah amaliah istri wanita mulia Artikel Terkini More 1 jam yang lalu 1 jam yang lalu 2 jam yang lalu 2 jam yang lalu 2 jam yang lalu 2 jam yang lalu
10Dalil Tentang Pesona Wanita Penghuni Surga. Ustadz Sofyan Chalid Ruray; 42:12; Lc. - Ceramah Singkat. Yufid TV 3 Views. 33:40. 🔴 [LIVE] [Khutbah Jum'at] "Taman Surga Yang Telah di Abaikan" | Ustadz Farhan Abu Furaihan. Media Sunnah Aceh 6 Views. 01:06:00 [LIVE] KAJIAN WANITA MUSLIMAH - 🎙 Ustadz Dahrul Falihin, Lc حفظه الله
TANYA Bagaimana kehidupan wanita di surga kelak? Bagaimana gambaran Alquran tentang hal itu? Jawab Dikutip dari About Islam, Dr. Muzammil H. Siddiqi , mantan Presiden Masyarakat Islam Amerika Utara, menyatakan Dalam lebih dari satu ayat Alquran, Allah SWT menyerukan kepada hamba-hamba-Nya untuk melakukan yang terbaik agar bisa meraih Surga. Allah SWT berfirman “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,” QS Ali Imran 133 Surga bukan hanya untuk pria. Itu dipersiapkan untuk keduanya, pria saleh dan wanita saleh. Semua kegembiraan dan berkah Jannah untuk keduanya. Allah telah menyebutkan dalam Alquran bahwa Dia menempatkan Adam dan istrinya Hawwa Hawa di Jannah setelah menciptakan mereka, dan Dia menyuruh mereka untuk makan dan menikmati segalanya kecuali buah dari satu pohon. Lihat QS Al-Baqarah 35; dan QS al-A`raf 719 Jadi, semua pohon, taman dan sungai di Jannah dibuat untuk pria dan wanita dan mereka berdua dapat menikmatinya. Semua orang yang beriman baik pria maupun wanita, akan bisa memasuki Jannah. BACA JUGA 4 Kriteria Wanita yang InsyaAllah Masuk Surga Allah berfirman “yaitu surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;” QS Ar Ra’du 23 Lebih lanjut, Allah berfirman “Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan mereka. Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan. Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta. Kepada mereka dikatakan “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.” QS Yasin 55-57 Di akhirat, Allah berfirman kepada orang-orang beriman “Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan. Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap dipandang mata dan kamu kekal di dalamnya. Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan. Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebahagiannya kamu makan.” QS Az Zukhruf 70-73 Ada banyak tempat lain di dalam Alquran dimana disebutkan bahwa pria dan wanita sama-sama akan menemukan pahala mereka dan tidak ada yang akan dirampas. Lihat QS Ali Imran 3 195; An-Nisa , 4 124; An-Nahl 1697; Al-Ahzab 3335; Ghafir 4040 Kehidupan wanita di surga sama menyenangkan dan bahagia dengan kehidupan pria. Allah tidak memihak pada jenis kelamin apapun. Dia menciptakan keduanya dan Dia akan mengurus keduanya sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka. Ayat Alquran menunjukkan dengan jelas bahwa para wanita yang melakukan perbuatan benar diberi pahala dengan surga dan diberi peringkat tinggi yang setara dengan perbuatan baik yang mereka lakukan. Untuk menjelaskan lebih lanjut masalah ini, berikut kutipan fatwa dai cendekiawan Muslim terkemuka, Ibn Jibreen terkait hal tersebut Tidak ada keraguan bahwa pahala di akhirat mencakup pria dan wanita. Ini berdasarkan ayat-ayat Alquran berikut, “Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya dengan berfirman “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, karena sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.” QS Ali Imran 195 “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” QS An Nahl 97 “Dan barangsiapa melakukan perbuatan baik, baik laki-laki atau perempuan, dan seorang mukmin sejati, mereka akan masuk surga.” QS An-Nisa 124 “Sesungguhnya, Muslim, pria dan wanita, orang-orang beriman, pria dan wanita … Allah telah mempersiapkan pengampunan dan pahala yang besar bagi mereka.” QS Al-Ahzab 35 Allah menyebut mereka masuk ke surga bersama-sama, sambil berkata, “Mereka dan istri mereka akan berada di tempat teduh yang menyenangkan.” QS Yasin 56 “Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan” QS Az Zukhruf 70 Allah juga menyebutkan bahwa Dia akan menciptakan kembali wanita di surga dalam ayat berikut “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka bidadari-bidadari dengan langsung. dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan.” QS Al-Waqi`ah 35-36 BACA JUGA Inilah Suami Para Wanita di Surga Artinya, Allah akan menciptakan kembali para wanita tua dan menjadikan mereka perawan; hal yang sama akan dilakukan untuk orang tua, Allah akan membuat mereka awet muda. Juga disebutkan dalam Hadits bahwa wanita-wanita dalam kehidupan duniawi ini memiliki keunggulan atas bidadari Al-hurun`In karena tindakan ibadah dan ketaatan yang mereka lakukan di dunia ini. Oleh karena itu, wanita beriman akan masuk surga seperti halnya pria beriman. Jika seorang wanita memiliki sejumlah suami, dia, saat memasuki surga bersama mereka, akan memilih di antara mereka yang memiliki karakter dan perilaku terbaik. Jadi, yakinlah saudari terkasih bahwa Allah tidak pernah berbuat salah kepada siapa pun, laki-laki atau perempuan, dan Dia, Yang Maha Kuasa, tidak mencabut setiap orang dari amal perbuatannya. [] SUMBER ABOUT ISLAM
xg3Q.
  • 82zguplq3b.pages.dev/293
  • 82zguplq3b.pages.dev/44
  • 82zguplq3b.pages.dev/143
  • 82zguplq3b.pages.dev/40
  • 82zguplq3b.pages.dev/432
  • 82zguplq3b.pages.dev/501
  • 82zguplq3b.pages.dev/114
  • 82zguplq3b.pages.dev/186
  • kultum singkat tentang wanita penghuni surga