Bentuk muka bumi Indonesia membentuk relief yang beraneka ragam, dalam tingkat ketinggian dan kedalaman. Keragaman alam ini merupakan keuntungan bagi masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Maka tak heran jika aktivitas masyarakat Indonesia sangat beragam. Keadaan bentuk muka bumi Indonesia yang tidak rata ini disebabkan oleh gaya endogen dan gaya eksogen. Gaya endogen merupakan tenaga yang berasal dari dalam permukaan bumi yang menyebabkan patahan, lipatan, dan vulkanisme. Sedangkan gaya eksogen merupakan tenaga yang berasal dari luar permukaan bumi berupa angin, sinar matahari, dan badai yang mengakibatkan pelapukan dan erosi. Gaya endogen dan eksogen yang berlangsung ribuan bahkan jutaan tahun itu membentuk dataran rendah, dataran tinggi, gunung, dan lembah. Berikut penjelasannya ! Dataran Rendah Dataran rendah merupakan hamparan tanah luas dengan ketinggian 0-200 meter diatas permukaan laut. Permukaan bumi ini biasanya terdapat dikawasan sekitar pesisir dan kaki gunung. Dataran rendah di Indonesia antara lain terdapat disepanjang pantai timur Sumatera, Pantai Utara Jawa, sebagian barat, selatan, dan timur Kalimantan, bagian selatan Papua. Ciri dataran rendah Mobilitas penduduk tinggi karen aktivitas dari satu tempat ke tempat lain mudah dilakukan, didukung oleh ketersedian sarana transportasi. Lahan didataran rendah banyak berupa tanah aluvial yang subur cocok untuk lahan pertanian dan perkebunan. Kemudahan mobilitas dan kondisi tanah yang subur membuat dataran rendah menjadi pilihan utama untuk pemukiman. Bencana alam yang berpotensi terjadi di dataran rendah antara lain banjir, tsunami, dan gempa. Dataran Tinggi Dataran tinggi merupakan hamparan tanah luar dengan ketinggian lebih dari 700 meter diatas permukaan laut. Permukaan bumi ini terbentuk oleh proses erosi dan pengendapan. Ada juga yang terbentuk karena pengeringan danau atau kaldera yang tertimbun material gunung api. Baca juga Pengaruh Letak Geografis Bagi Indonesia Dataran tinggi di Indonesia antara lain terdapat di Gayo Aceh, Dieng Jawa Tengah, Malang Jawa Timur, Penreng Sulawesi Tengah, Wajo Sulawesi Selatan, Sudirman Papua. Ciri dataran tinggi Dengan rata-rata suhu udara dibawah suhu rata-rata di dataran rendah, iklim di dataran tinggi cenderung sejuk. Namun, amplitudo suhu harian dan tahunan di dataran tinggi cenderung besar. Mobilitas penduduk masih lancar namun tidak segiat mobilitas di dataran rendah. Pada lahan yang subur, pertanian dan perkebunan dapat dilakukan dengan menyesuaikan tingkat kemiringan tanah, dan teknik terasering banyak dilakukan disini. Gunung Gunung merupakan bagian dari bagian permukaan bumi lebih tinggi secara signifikan dibandingkan permukaan sekitarnya. Bagian paling menjulang membentuk puncak dengan ketinggian minimum 600 meter diatas permukaan laut. Gunung-gunung di Indonesia terutama terbentuk dari gaya endogen tektonis dan vulkanis dilempengan bumi, patahan, lipatan, sekaligus aktivitas magma di dalam bumi membentuk gunung-gunung. Adanya aktivitas magma memgakibatkan sebagian besar gunung di Indonesia merupakan gunung api yang termasuk tipe kerucut strato dan corong maar. Pegunungan Pegunungan merupakan gugusan gunung dengan ketinggian yang beragam. Pegunungan dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu Pegunungan rendah dengan ketinggian antara 200-500 diatas permukaan laut. Pegunungan menengah dengan ketinggian antara 500-1500 meter diatas permukaan laut. Pegunungan tinggi dengan ketinggian lebih dari 1500 meter diatas permukaan laut. Lembah Lembah merupakan cekungan luas permukaan bumi yang dikelilingi atau diapit oleh bukit dan pegunungan. Lembah terbentuk oleh peristiwa patahan, lipatan, letusan gunung berapi, maupun proses erosi yang berlangsung sangat lama. Cekungan lembah dibedakan menjadi bentuk “U”, “V”, atau campuran keduanya. Please follow and like us Kelas Pintar adalah salah satu partner Kemendikbud yang menyediakan sistem pendukung edukasi di era digital yang menggunakan teknologi terkini untuk membantu murid dan guru dalam menciptakan praktik belajar mengajar terbaik. Related TopicsBentuk Muka BumiBentuk Muka Bumi IndonesiaIPA Terpadu You May Also Like
Potensibencana lain yang tidak kalah seriusnya adalah faktor keragaman demografi di Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2004 mencapai 220 juta jiwa yang terdiri dari beragam etnis, kelompok, agama dan adat-istiadat. Keragaman tersebut merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang tidak dimiliki bangsa lain.
Bencanaalam geologis terjadi sebagai akibat dari proses tektonik bumi, yang berpotensi: Merusak lingkungan alam. Dapat menyebabkan kehilangan nyawa. Kerusakan harta benda. Gangguan sosial dan ekonomi. Fenomena yang termasuk bencana alam geologis antara lain letusan gunung api, tanah longsor, gempa bumi dan tsunami.
Jawabannya adalah gunug meletus karena pada umumnya lahar dikeluarkan tidak sampai diwilayah dataran rendahmaaf kalau salah D. gunung meletus kalo ga salah
PotensiAncaman Bencana. By Admin Mar 19, 2018 7481. Bencana dapat disebabkan oleh kejadian alam (natural disaster) maupun oleh ulah manusia (man-made disaster). Faktor-faktor yang dapat menyebabkan bencana antara lain:Â. Bahaya alam (natural hazards) dan bahaya karena ulah manusia (man-made hazards) yang menurut United Nations International
Bencana dapat disebabkan oleh kejadian alam natural disaster maupun oleh ulah manusia man-made disaster. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan bencana antara lain Bahaya alam natural hazards dan bahaya karena ulah manusia man-made hazards yang menurut United Nations International Strategy for Disaster Reduction UN-ISDR dapat dikelompokkan menjadi bahaya geologi geological hazards, bahaya hidrometeorologi hydrometeorological hazards, bahaya biologi biological hazards, bahaya teknologi technological hazards dan penurunan kualitas lingkungan environmental degradation Kerentanan vulnerability yang tinggi dari masyarakat, infrastruktur serta elemen-elemen di dalam kota/ kawasan yang berisiko bencana Kapasitas yang rendah dari berbagai komponen di dalam masyarakat Secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Pada bagian selatan dan timur Indonesia terdapat sabuk vulkanik volcanic arc yang memanjang dari Pulau Sumatera ? Jawa – Nusa Tenggara ? Sulawesi, yang sisinya berupa pegunungan vulkanik tua dan dataran rendah yang sebagian didominasi oleh rawa-rawa. Kondisi tersebut sangat berpotensi sekaligus rawan bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor. Data menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kegempaan yang tinggi di dunia, lebih dari 10 kali lipat tingkat kegempaan di Amerika Serikat Arnold, 1986. Gempa bumi yang disebabkan karena interaksi lempeng tektonik dapat menimbulkan gelombang pasang apabila terjadi di samudera. Dengan wilayah yang sangat dipengaruhi oleh pergerakan lempeng tektonik ini, Indonesia sering mengalami tsunami. Tsunami yang terjadi di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh gempa-gempa tektonik di sepanjang daerah subduksi dan daerah seismik aktif lainnya Puspito, 1994. Selama kurun waktu 1600-2000 terdapat 105 kejadian tsunami yang 90 persen di antaranya disebabkan oleh gempa tektonik, 9 persen oleh letusan gunung berapi dan 1 persen oleh tanah longsor Latief dkk, 2000. Wilayah pantai di Indonesia merupakan wilayah yang rawan terjadi bencana tsunami terutama pantai barat Sumatera, pantai selatan Pulau Jawa, pantai utara dan selatan pulau-pulau Nusa Tenggara, pulau-pulau di Maluku, pantai utara Irian Jaya dan hampir seluruh pantai di Sulawesi. Laut Maluku adalah daerah yang paling rawan tsunami. Dalam kurun waktu tahun 1600-2000, di daerah ini telah terjadi 32 tsunami yang 28 di antaranya diakibatkan oleh gempa bumi dan 4 oleh meletusnya gunung berapi di bawah laut. Wilayah Indonesia terletak di daerah iklim tropis dengan dua musim yaitu panas dan hujan dengan ciri-ciri adanya perubahan cuaca, suhu dan arah angin yang cukup ekstrim. Kondisi iklim seperti ini digabungkan dengan kondisi topografi permukaan dan batuan yang relatif beragam, baik secara fisik maupun kimiawi, menghasilkan kondisi tanah yang subur. Sebaliknya, kondisi itu dapat menimbulkan beberapa akibat buruk bagi manusia seperti terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan kekeringan. Seiring dengan berkembangnya waktu dan meningkatnya aktivitas manusia, kerusakan lingkungan hidup cenderung semakin parah dan memicu meningkatnya jumlah kejadian dan intensitas bencana hidrometeorologi banjir, tanah longsor dan kekeringan yang terjadi secara silih berganti di banyak daerah di Indonesia. Pada tahun 2006 saja terjadi bencana tanah longsor dan banjir bandang di Jember, Banjarnegara, Manado, Trenggalek dan beberapa daerah lainnya. Meskipun pembangunan di Indonesia telah dirancang dan didesain sedemikian rupa dengan dampak lingkungan yang minimal, proses pembangunan tetap menimbulkan dampak kerusakan lingkungan dan ekosistem. Pembangunan yang selama ini bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam terutama dalam skala besar menyebabkan hilangnya daya dukung sumber daya ini terhadap kehidupan mayarakat. Dari tahun ke tahun sumber daya hutan di Indonesia semakin berkurang, sementara itu pengusahaan sumber daya mineral juga mengakibatkan kerusakan ekosistem yang secara fisik sering menyebabkan peningkatan risiko bencana. Pada sisi lain laju pembangunan mengakibatkan peningkatan akses masyarakat terhadap ilmu dan teknologi. Namun, karena kurang tepatnya kebijakan penerapan teknologi, sering terjadi kegagalan teknologi yang berakibat fatal seperti kecelakaan transportasi, industri dan terjadinya wabah penyakit akibat mobilisasi manusia yang semakin tinggi. Potensi bencana lain yang tidak kalah seriusnya adalah faktor keragaman demografi di Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2004 mencapai 220 juta jiwa yang terdiri dari beragam etnis, kelompok, agama dan adat-istiadat. Keragaman tersebut merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang tidak dimiliki bangsa lain. Namun karena pertumbuhan penduduk yang tinggi tidak diimbangi dengan kebijakan dan pembangunan ekonomi, sosial dan infrastruktur yang merata dan memadai, terjadi kesenjangan pada beberapa aspek dan terkadang muncul kecemburuan sosial. Kondisi ini potensial menyebabkan terjadinya konflik dalam masyarakat yang dapat berkembang menjadi bencana nasional.
Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa yang terjadi di alam. Bencana alam dapat terjadi di berbagai wilayah, baik di perkotaan, pedesaan, dataran rendah dan dataran tinggi. Dataran tinggi merupakan dataran yang berlokasi di daerah pegunungan dengan ketinggian 500 meter di atas permukaan laut.
Jakarta, CNBC Indonesia - Cuaca ekstrem tengah melanda Indonesia jelang pergantian tahun, dan berpotensi melanda hingga awal Januari pada Kamis 28/12/2022 lalu, Peneliti Klimatologi pada Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN, Erma Yulihastin memprediksi akan ada 'badai' yang melanda Jabodetabek. Ada potensi banjir besar yang juga melanda prediksi dari BRIN ini sempat viral karena prediksinya berbeda dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG, yang menerangkan bahwa pada 28 Desember lalu, tidak ada potensi 'badai', sebagaimana yang dijelaskan oleh penelitian BRIN. BMKG sebelumnya juga sudah merilis keterangan tentang adanya potensi cuaca ekstrem di sebagian wilayah Indonesia pada 28-30 Desember 2022. Cuaca ekstrem itu berpeluang menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi berupa banjir, genangan, dan tanah prakiraan berbasis dampak Impact-Based Forecast IBF, daerah yang ditetapkan berstatus 'SIAGA' pada periode tanggal tersebut yaitu sebagian Provinsi Banten, Jawa Barat, DKI, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT."Wilayah tersebut diperkirakan dapat mengalami hujan lebat yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Rabu 28/12/2022.Dampak yang terjadi antara lain volume air sungai yang meningkat drastis, sehingga dapat mengakibatkan potensi banjir atau banjir itu, besar kemungkinan hujan lebat tersebut mengakibatkan potensi tanah longsor, guguran bebatuan, atau erosi tanah, terutama di daerah-daerah dataran tinggi dan lereng-lereng perbukitan dan sudah berulangkali menghadapi bencana tersebut, di mana pada 2022, setidaknya ada kejadian bencana yang terdiri dari banjir dan tanah deretan bencana hidrometeorologi yang terjadi di Indonesia pada tahun Banjir dan Longsor Jayapura Januari 2022Pada awal tahun 2022, tepatnya 6 Januari lalu, Kota Jayapura, Papua dilanda hujan deras. Akibatnya, sejumlah kawasan dilaporkan terendam banjir, ditambah beberapa wilayah juga mengalami tersebut dibenarkan Wali Kota Jayapura saat itu, yakni Benhur Tomi Mano yang mengakui adanya sejumlah kawasan yang mengalami longsor dan laporan awal terjadi longsor di Kloofkamp menyebabkan beberapa warga tertimbun. Seorang di antaranya belum dievakuasi, banjir di sekitar Youtefa dan pemukiman di itu Kapolsek Jayapura Utara saat itu, AKP Yahya Rumra secara terpisah mengaku, sejak Jumat dini hari pukul WIT, ada laporan sejumlah wilayah mengalami longsor dan ada warga yang banjir Jayapura ini menyebabkan ketinggian air mencapai 1,5-3 meter dengan korban jiwa mencapai tujuh orang, dua orang luka-luka, dan warga Tanah Longsor Cijeruk, Bogor Mei 2022Pada 21 Mei 2022, bencana tanah longsor terjadi di Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Peristiwa yang tiba-tiba ini mengakibatkan empat orang terimbun material longsor dan ditemukan meninggal dunia."Adapun kerugian materil akibat peristiwa itu adalah dua unit rumah milik korban dan tetangganya mengalami rusak berat," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resmi, Minggu 22/5/2022.Menyikapi hal tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB mengimbau kepada seluruh komponen pemangku kebijakan di daerah dan masyarakat agar dapat mengantisipasi adanya potensi bencana susulan yang dapat dipicu oleh faktor Banjir Ciliwung Juni 2022Sejumlah RT di beberapa wilayah di Jakarta terendam banjir akibat volume air Kali Ciliwung meluap pada Selasa, 7 Juni Pusat Data dan Informasi Pusdatin Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD DKI Jakarta, Muhammad Insyaf mengatakan sampai pukul WIB, 27 RT di Jakarta kebanjiran."Informasi genangan dari sebelumnya ada 27 RT atau 0,089 persen dari RT yang ada di DKI Jakarta," ujar air di 27 RT yang kebanjiran beragam. Namun, air yang meluap seluruhnya adalah 40 sentimeter dari 27 RT, sebanyak delapan RT berada di Jakarta Selatan. Sementara 19 lainnya berlokasi di Jakarta Banjir Bandang Parigi Moutong, Sulteng Juli 2022Pada 28 Juli 2022, banjir melanda empat wilayah di Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah Sulteng. Ketinggian banjir berkisar antara 30 hingga 90 sentimeterDilansir dari BNPB, banjir merendam 450 unit rumah, 11 diantaranya mengalami rusak berat dan 450 KK / jiwa terdampak. Selain itu dilaporkan tiga orang meninggal dunia dan empat orang dinyatakan hilang akibat banjir Banjir Bandang Aceh Utara Oktober 2022Banjir di Aceh Utara terjadi sejak 4 Oktober 2022. Dari mulanya 2 kecamatan, banjir terus meluas hingga merambah puluhan desa di 15 kecamatan per 10 Oktober 2022, yakni Pirak timu, Matang Kuli, Cot Girek, Lhoksukon, Tanah Luas, Samudera, Nisam, Paya Bakong, Muara Batu, Geuredong Pase, Langkahan, Dewantara, Sawang, Banda Baro dan Kuta ada sekitar jiwa terdampak dans sedikitnya warga mengungsi dan seorang warga meninggal Banjir DKI Jakarta Oktober 2022Hujan deras memicu banjir parah di Jakarta, terutama di Jakarta Selatan pada 7 Oktober lalu. Bahkan, banjir ini sempat melumpuhkan kawasan TB Simatupang, tepatnya di depan gedung Sovereign Plaza, Cilandak Barat, Jakarta hanya itu saja, banjir ini juga mengakibatkan adanya tragedi memilukan, di mana Tembok sekolah MTsN 19 Pondok Labu, Jakarta Selatan runtuh hingga menewaskan tiga orang siswa sekolah yang tengah bermain hujan di area MTsN Jakarta mendadak panik saat tiba-tiba tembok sekolah runtuh dan jebol keterangan setempat, tembok yang roboh itu diketahui merupakan panggung sekolah. Korban tewas adalah siswa kelas VIII, mereka tertimpa reruntuhan tembok. Insiden nahas itu pun sempat viral di media Banjir Bandang Malang Oktober 2022Pada Oktober lalu, banjir bandang menerjang Kabupaten Malang, tepatnya di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing pula sejumlah titik lokasi yang terendam banjir akibat hujan lebat dengan intensitas tinggi yang menerjang sejumlah wilayah di Malang sejak Minggu, 16 Oktober bandang tersebut juga menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Malang, seperti di Desa Sumbermanjing Kulon dan Pujiharjo, Kecamatan TirtoyudoBanjir bandang tersebut berdampak pada ribuan korban. Kepala Palang Merah Indonesia PMI Sumbermanjing Wetan, Yusak Krismanto mengatakan jiwa diperkirakan terdampak banjir bandang. Dari jumlah itu tidak satupun mengungsi kecuali warga yang tinggal di Dusun Rowo Terate yang jumlahnya mencapai 265 KK."Jumlah terdampak jiwa yang tersebar di empat dusun yakni Dusun Krajan Kulon, Krajan Tengah, Krajan Wetan, dan Dusun Rowo Terate," kata Yusak ditemui di Balai Pamitran Sitiarjo sekaligus menjadi posko penanganan banjir, dikutip dari Senin 17/10/2022.Menurut Yusak, jumlah korban terdampak banjir bandang ini mengacu pada jumlah warga saat banjir bandang. Yusak juga memastikan tak satupun warga mengungsi akibat banjir yang menerjang pemukiman Banjir Bandang Jembrana, Bali Oktober 2022Banjir di Bali melanda 230 titik di 6 kabupaten dan memakan 6 korban jiwa, di mana beberapa di antaranya terseret arus, dengan kerugian ditaksir lebih dari Rp 6,6 data dari BPBD Bali, kabupaten terdampak banjir meliputi Kabupaten Karangasem, Jembrana, Tabanan, Bangli, Gianyar, dan di Kabupaten Jembrana, bencana banjir mengakibatkan 45 rumah rusak dan berdampak pada 117 kepala keluarga KK di Lingkungan Biluk Poh, Desa Penyabangan, Kecamatan Mendoyo. Banjir juga sempat memutus akses utama jalur Gilimanuk-Denpasar.PEpb28.